Daftar Isi

Jumat, 22 Juni 2012

harta karun bung karno itu memang ada


Sebuah lukisan harimau besar menyambut kedatangan saya, menempel tepat di sisi pintu masuk rumah, sebelum kaki melangkah ke dalam dan disuguhi sekitar empat awetan harimau besar lainnya. Ada puluhan miniatur pesawat terbang dilemari kaca besar, di sisi kursi ruang tamu. Begitu pula puluhan lukisan lain, yang bergelantungan di seantero dinding, termasuk lukisan Nyai Roro Kidul yang muncul dari dasar samudera. Saya sempat tergelitik, dan iseng-iseng bertanya,”Bapak suka koleksi pesawat sama lukisan ya?”. Tuan rumah menjawab ramah,”Itu jenis-jenis pesawat yang pernah saya naiki. Saya tak cuma suka koleksi miniatur pesawat. Tapi juga keris,”jawabnya.

Serta merta, saya dibawa ke ruang khusus. Ruangan itu tidak begitu besar. Lampunya temaram, hingga tak jelas semua isi di dalamnya. Ada sajadah tergelar. Di sebelah ruangan itu, ada kamar kedap suara, yang berisi alat-alat band. Tuan rumah mengaku, dulu suka menghilangkan suntuk dengan ngeband bersama teman-temannya. Setelah jabatan strategis di partai ia pegang, waktunya tak cukup lagi untuk meluncaskan kegemarannya mencabik gitar.

Menariknya, di sisi pintu masuk kamar kedap suara, sebuah meja rendah nampak berselimutkan hio, dengan semangkok nasi dan segelas air didekatnya. Di atas meja itu, puluhan keris berbagai jenis terlihat tergelar. Percaya atau tidak, kata sang tuan rumah, nasi dan air itu disediakan untuk “makanan” sang keris. Jika telat saat memberikannya,keris-keris itu akan mengganggu anak-anaknya. “Saya juga harus rutin menjamasnya,”kata sang kolektor yang juga politisi terkenal tanah air itu.

Nalar rasional saya memang agak terganggu, melihat kenyataan ini. Yang saya hadapi bukanlah seorang paranormal.  Ia berpendidikan dan memimpin salah satu partai besar di Indonesia. Tapi cerita selanjutnya membuat saya meyakini, bahwa yang dikatakannya adalah benar.  Dia memang memiliki daya linuwih, untuk mendapatkan keris-keris itu dari berbagai tempat keramat di Indonesia.”Sejak muda saya gemar lelaku. Mendatangi makam-makam keramat dan menyerap energinya,”ujarnya.

emas bergambar Sukarno
Sebuah tombak kecil pernah ditariknya di makam seorang wali, saat ia tidur malam-malam di sampingnya. Ia “menyogok” sang penjaga makam, agar bisa masuk. Tengah malam, seekor cicak jatuh di pipinya. Reflek, tangannya membuang dan terdengar suara logam berdenting. Cicak itu berubah menjadi tombak. “Keris-keris ini juga saya ambil dengan lelaku tertentu. Ada juga yang menghilang. Saya anggap berarti dia sudah tak mau ikut saya,”katanya.

Usai panjang lebar menerangkan koleksi kerisnya, ia lantas beralih topik menanyakan kasus Said Agil, mantan menteri agama di era Megawati yang pernah menggali harta karun di Istana Batu Tulis, Bogor.”Pernah dengar khan? Anda percaya tidak kalau harta Bung Karno itu ada?”tanyanya. Saya tentu saja pernah mendengar ramai-ramai orang bicara harta warisan Bung Karno. Tapi saya tegaskan, sebelum melihat sendiri wujudnya, saya anggap isu itu hanya bualan orang-orang tak bertanggung jawab.
lantakan emas terhampar
“Mau saya perlihatkan?Saya punya 7 ton emas peninggalan Bung Karno,”katanya datar. Dengan benak diliputi tanda tanya, saya kembali dibawa ke ruang tamu. Di sisi kursi tamu, ada peti yang diatasnya bertengger foto-foto keluarga. Setelah bingkai foto itu disingkirkan, tutup peti dibuka dan, subahanallah, lantakan emas terlihat memenuhi peti. Saya sempat mengambil satu. Saya amati cermat-cermat. Batangan emas itu bergambar Bung Karno, dengan tulisan “24 K” di sisi sebaliknya. “Ada empat peti. Tiga peti yang lain ada di kamar tadi,”kata pak politisi tadi.

Ini bukan adegan film Indiana Jones. Saya benar-benar harus percaya. Mata dan tangan ini tak bisa dibohongi. Pertanyaan berikutnya, dimana harta itu berhasil ditarik oleh dia? “Saya ambil di Batu Tulis. Malah sama istri ngambilnya. Anehnya, saat mengambil banyak orang lalu lalang. Tapi mereka tak tertarik,”kata mister politisi tadi. Emas 7 ton itu diantaranya ditaruh diruang tamu, karena ia yakin tak ada satu orang pun yang bakal mengutilnya. Padahal, selain istrinya, sopir dan penjaga rumahnya juga tahu.
emas dalam peti

Lantas bagaimana mekanisme penjagaannya?Nah, inilah sambungan cerita seperti yang saya sebutkan di awal tulisan. Usai mendapat lantakan emas, ia memperoleh wangsit jika harta karun itu bakal dijaga oleh harimau. Tak lama berselang, berdatangan orang-orang yang menawarkan awetan harimau. Dalam seminggu, terkumpul sejumlah itu. Penjaga rumahnya bahkan sempat bersaksi, dirinya melihat harimau beneran, yang menjaga di depan rumah. “Padahal saya nggak memelihara harimau hidup,hehe,”ujarnya.

Politisi ini dikenal bersih. Namanya tak pernah terdengar tersangkut kasus korupsi apapun. Tapi, bukan karena ia memiliki emas 7 ton, hingga dirinya tak tergoda untuk korupsi. “Saya orangnya sumeleh. Apa adanya. Rekening untuk nyimpan uang khusus saja nggak punya,”ujarnya. Soal emas lantakan, dia mengaku tidak pernah menjualnya, karena menunggu wangsit lebih lanjut, akan diapakan harta karun itu. Memang banyak yang menawarnya dengan harga fantastis. Tapi semua ditolaknya.

Sepanjang jalan pulang, benak saya terus terganggu dengan logam mulia itu. Ini pengalaman hidup yang belum pernah saya alami sepanjang waktu.  Saya sempat menghitung-hitung, berapa nilai rupiahnya, jika emas sebanyak itu dijadikan uang? Tapi, ah otak bebal saya tak bisa menjangkaunya. Di rumah, ketika saya searc di “paman” Google, ada memang berita yang menyebut, situs Batu Tulis saat digali mantan menteri agama Said Agil tidak menghasilkan apa-apa. Jangan-jangan, Said Agil kalah cepat dengan politisi tadi. Harta karun sudah diambil, dia baru bergerak berdasar petunjuk seorang kyai dari Banten, yang diyakini memiliki kemampuan melihat hal-hal gaib.Hadeh, pusing kalau mikir ini….

2 komentar:

Terima kasih atas kunjungan anda!